Showing posts with label Tazkirah. Show all posts
Showing posts with label Tazkirah. Show all posts

Wednesday, June 23, 2010

Mengapa membaca al Qur’an ketika kita tak mengerti artinya?

Baru saja saya membaca sebuah tulisan pada secarik kertas yang tertempel pada dinding kantor teman saya. Sebuah tulisan tua dari internet. Mungkin sebagian pengunjung sudah pernah membacanya, namun merupakan temuan baru bagi saya. Judulnya adalah: Why do we read quran, even when we do not understand even a single arabic word? Sebuah tulisan indah yang amat menyentuh hati yang saya coba terjemahkan dengan judul di atas: Mengapa membaca al Qur’an ketika kita tak mengerti artinya?
Alkisah, hiduplah seorang muslim tua bersama seorang cucunya di sebuah pegunungan di bagian timur Kentucky, Amerika. Sang kakek biasa membaca Qur’an selepas sholat shubuh setiap hari. Sang cucu berusaha meniru setiap tingkah laku kakeknya.
Suatu hari, ia bertanya: “Kek! Aku berusaha membaca Qur’an seperti dirimu tetapi aku tidak mengerti isinya. Jikapun ada sedikit yang kupahami, ia akan terlupakan setiap kali aku menutup kitab itu. Lalu, apa gunanya aku membacanya?”
Dengan perlahan sang kakek membalikkan badan dan berhenti dari memasukkan batu bara ke dalam tungku pemasak. Ia menjawab: “Ambillah keranjang ini, bawalah ke sungai di bawah sana dan bawakan untukku sekeranjang air!”
Sang cucu membawa keranjang hitam penuh jelaga batu bara tersebut ke sungai dan mengambil air. Namun air itu telah habis menetes sebelum sampai ke rumah. Sang kakek tertawa dan meminta sang cucu agar mencobanya sekali lagi: “Mungkin engkau harus lebih cepat membawa airnya kemari.”
Sang cucu berusaha berlari, namun tetap saja air itu lebih cepat keluar dari keranjang sebelum sampai ke rumah. Dengan terengah-engah ia pun mengatakan kepada sang kakek bahwa tidak mungkin mengambil air dengan keranjang. Sebagai gantinya ia akan mengambil air dengan ember.
“Aku tidak perlu satu ember air, yang kuinginkan adalah sekeranjang air!” jawab sang kakek. “Kau saja yang kurang berusaha lebih keras,” timpal sang kakek sambil menyuruhnya mengambil air sekali lagi. Sang kakek pun pergi ke luar rumah untuk melihat usaha sang cucu.
Kali ini sang cucu sangat yakin bahwa tidak mungkin membawa air menggunakan keranjang. Namun ia berusaha memperlihatkan kepada sang kakek bahwa secepat apapun ia berlari, air itu akan habis keluar dari keranjang sebelum ia sampai ke rumah. Kejadian yang sama berulang. Sang cucu sampai kepada kakeknya dengan keranjang kosong. “Lihatlah Kek! Tidak ada gunanya membawa air dengan keranjang.” katanya.
“Jadi, kau pikir tidak ada gunanya?”, sang kakek balik bertanya. “Lihatlah keranjang itu!” pinta sang kakek.
Ketika sang cucu memperhatikan keranjang itu sadarlah ia bahwa kini keranjang hitam itu telah bersih dari jelaga, baik bagian luar maupun dalamnya, dan terlihat seperti keranjang baru.
“Cucuku, demikianlah yang terjadi ketika engkau membaca al Qur’an. Engkau mungkin tidak mengerti atau tidak bisa mengingat apa yang engkau baca darinya. Namun ketika engkau membacanya, engkau akan dibersihkan dan mengalami perubahan, luar maupun dalam. Itulah kekuasaan dan nikmat Allah kepada kita!”


petikan dpd : http://blog.al-habib.info/id/membaca-quran-tidak-faham-isinya/

Read more...

Sunday, June 6, 2010

Kisah Nafsu Yang Degil Pada Perintah Allah


Dalam sebuah kitab karangan 'Ustman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syaakir Al-khaubawiyi, seorang ulama yang hidup dalam abad ke XIII Hijrah, menerangkan bahawa sesungguhnya Allah S.W.T telah menciptakan akal, maka Allah S.W.T telah berfirman yang bermaksud :

"Wahai akal mengadaplah engkau."

Read more...

Monday, May 31, 2010

Kelebihan Solat Tahajud..indahnya Islam..

" Pada paras alfa, frekuensi otak berada dalam lingkugan 7 hingga 14 kitaran persaat. Paras ini merupakan paras seseorang dapat berhubung dengan minda bawah sedar dengan aktif. Pada paras ini seseorang akan berada dalam keadaan pertengahan antara 'sedar dengan lena'. Aktiviti minda pada ketika ini dalam keadaan tenang,santai dan rehat. Pada tahap ini anda akan berada dalam tahap kesedaran yang tinggi.

Paras alpha amat penting kerana anda dapat meneroka dan mengekstrak kemampuan minda anda. Pada ketika ini minda dan jiwa anda begitu hening sehingga anda berada pada tahap fokus yang tinggi. Fikiran anda begitu terang dan jelas dan mampu menjana minda bawah sedar pada tahap yang tinggi

Paras ini adalah sepertimana anda hampir-hampir hendak tertidur. Malangnya anda tidak dapat kekalkan keadaan ini. Hanya waktu yang singkat sahaja anda berada pada paras alfa ,lalu anda tertidur.Ini berlaku secara semulajadi.

Walaubagaimanapun, paras alpha boleh dicapai dengan menurunkan secara sengaja frekuensi otak ke tahap yang lebih rendah daripada keadaan sedar.

Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, 'Tuhan kita Yang Mahasuci dan Mahatinggi turun ke langit dunia. setiap malam ketika tinggal sepertiga malam yang akhir dengan berfirman, 'Siapakah yang mau berdoa kepada-Ku lalu Aku kabulkan? Siapakah yang mau meminta kepada-Ku lalu Aku kabulkan? Siapa yang mau meminta ampun kepada-Ku lalu Aku ampuni?'"

Salah satu caranya ialah dengan anda melakukan qiaimulail. Pada ketika ini apabila anda bangun tidur terutamanya pada pertengahan malam, otak anda dalam keadaan hening dan tenang. Paras kortisol amat rendah pada waktu ini.

"Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.
(SUrah Huud:114)

Anda sebenarnya masih dalam keadaan yang mengantuk seperti mahu tidur lagi.Apabila anda melaksanakan solat tahajud misalnya, anda seperti hendak tertidur tetapi masih dalam keadaan berjaga.Pada ketika ini anda sebenarnya berada pada pertengahan antara sedar dan lena yang mana anda sebenarnya pada pada tahap frekuensi alpha . BIla anda dengan sengaja melakukan solat tahajud, anda dapat berada lebih lama dalam keadaan alpa.

Inilah salah satu rahsia kehebatan solat tahajud pada ketika kita melakukan qiaimulail.Begitu juga dengan amalan-amalan berzikir,membaca alquraan, muhasabah diri dan beristiqfar pada melakukan ibadah qiaimulail pada pertengahan malam adalah merupakan aktiviti yang mana meletakkan anda pada tahap paras alpha.


وَبِاللَّيْلِ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

dan di waktu malam. Maka apakah kamu tidak memikirkan?
Ash-Shaaffat (37)

Pada tahap ini kesedaran dan fokus anda anda begitu tinggi hinggakan emosi anda akan lebih jelas iaitu seperti apabila anda mengenangkan dosa-dosa dan takut kepada azab Allah , hati anda akan mudah tersentuh dan anda benar-benar dapat merasakan kehebatan,kebesaran dan keagungan Allah. Mata hati anda akan menjadi terang supaya anda benar-benar bersungguh-sungguh untuk membuat persediaan bekalan untuk menghadapi kematian anda pada bila-bila masa .

sumbangan artikel blog cahaya akal - http://mindataqwa.blogspot.com

Read more...

Sunday, February 14, 2010

Hari Kekasih... indahnya... tetapi apakah di sebaliknya??? Jangan TERPEDAYA!


“I LOVE YOU MY HEART’…!” ucap seorang pemuda linkungan 25 tahun sambil kedua-dun tangan memengang setia sejambak mawar merah dan dihulurkan dengan pandangan yang kononnya penuh romantis buat si gadis di hadapannya yang berusia lingkungan 22 tahun pada setiap 14 febuari setiap tahun. Manakala si gadis menyambut kalimah cinta itu dengan hati yang berbunga riang lontaran ada insan yang bersikap romantis dengannya. Maka, pada malam itu SURE HEBOHLAH para syaitan laknatullah yang telah Berjaya menghiasi bunga-bunga cinta palsu dalam hati pemuda-pemudi, dimana yang HARAM dinampakkan HALAL. Astagfirullah!!!

Ya..itulah hari yang ditunggu-tunggu oleh setiap pasangan kekasih sedunia yang sudah terlarut dalam suasana pengaruh Athies dan Barat, Hari Kekasih atau biasa disebut dengan Valentine Day pada 14 Febuari. Pada hari itu, lelaki dan perempuan yang berkasihan atas tiket haram saling memberi hadiah, bunga-bunga, lilin, kad cinta dan berpakaian merah sebagai tanda cinta dan hati. Begitulah setiap tahun manusia akhir zaman ini, kehidupan mereka seolah-olah tidak memerlukan Tuhan sebagai perlindunagan, sumber rezeki, sumber penyembahan dan sumber kecintaan. Sedih dan pilu hati ini, apabila yang meraikannya dengan penuh yakin dan bangganya melafazkan madah berbunga cinta yang membuai jiwa pada hari valentine itu adalah pemuda-pemudi yang mengaku “Tiada Tuhan Melainkan Allah dan Nabi Muhammad PesuruhNYA…”! tetapi akhlak mereka tidak menggambarkan jati diri seorang Muslim bahkan mereka bangga beramal dengan budaya hidup Barat.

Valentine Day, berasal daripada perkataan Latin iaitu Valor yang bermaksud baik, jujur, bagus, yang dihormati dan layak. Sejarah kewujudan hari yang diagungkan oleh setiap pasangan kekasih ini berasal daripada kisah cinta seorang paderi yang bernama Valentine yang telah dipenjara dan telah jatuh cinta padangan pertama dengan seorang gadis yang melawatnya ketika didalam penjara. Sebelum kematiannya Saint Valentine telah mencoret warkah buat “first love nya” dan surat cinta itu diakhiri dengan kata-kata “ from your Valentine”, ungkapan yang sehingga hari ini ditulis diatas kad-kad yang bakal dilayangkan buat kekasih mereka pada hari Valentine. Meskipun kebenaran kisah lagenda ini diragui, namun bagi para pemuda yang hati dan minda mereka telah terasuh dengan budaya Barat, kisah cinta itulah dianggap sebagai simbol cinta sejati.


Duhai pemuda-pemudi Islam yang disayangi fillah, bersabarlah dan janganlah terpengaruh dengan apa yang dipraktikkan oleh pemuda Barat yang tidak menempatkan Allah di hati mereka. Sesungguhnya, junjungan tercinta umat Islam, Rasulullah SAW telah berjanji di dalam satu Hadith Syarif baginda yang mana ada tujuh golongan yang akan dinaungi pada hari yang tiada naungan selain naunganNYA antaranya ialah “dua orang pemuda yang bercinta atau berkasih-sayang kerana Allah Ta’ala”. Subhanallah! Duhai pemuda-pemudiku, lihatlah secara analoginya, Allah ta’ala sebenarnya telah menyediakan satu hari untuk hamba-hambaNYA yang mana mereka yang berkasih-sayang atas tiket halal keranaNYA bergembira dan melayan mereka itu dengan layanan first class. Aahhh!!! Apa lagi yang kalian mahukan.

Itulah hakikat sebenar hari istimewa buat insan yang berkasih-sayang lantaran layanan sebegitu istimewa yang diterima pada hari yang terhimpun segala kengerian yang maha dahsyat di mahkamah Allah kelak datangnya daripada Pencipta alam maya ini. Itulah Hari Kekasih buat Umat Islam.

Ayuh semua fikir-fikirkan…!!!

SAY NO & NEVER TO CELEBRATE VALENTINE'S DAY " JANGANLAH KAMU MENGIKUT APA YANG KAMU TIDAK MENGETAHUI TENTANGNYA . SESUNGGUHNYA PENDENGARAN, PENGLIHATAN DAN HATI SEMUANYA AKAN DIMINTA DIPERTANGGUNGJAWABKAN", [AL-ISRA' :36]


sumber: aku..dia dan sesuatu...

Read more...

Saturday, September 12, 2009

Lailatul Qadar


Bismillahirahmanirahhim.
Assalammualaikum wbt.
"…(iaitu) ada pada bulan Ramadhan. Kerana itu, hendaklah kamu mencarinya pada sepuluh hari terakhir. Kerana ia terdapat pada hari-hari ganjil, iaitu pada malam 21, atau malam 23, atau malam 25, atau malam 27, atau malam 29, atau malam terakhir." - HR Ahmad

Lailatul Qadar adalah satu malam istimewa yang dikurniakan kepada umat Muhammad SAW lantaran kebimbangan Baginda terhadap usia umatnya yang semakin pendek. Bagi mengatasi keraguan ini, maka Allah SWT menurunkan malam Lailatul Qadar yang membawa pahala seperti beribadat selama 83 tahun. Ini bagi menyamakan jarak masa umat terdahulu dengan umat Baginda pada hari ini dalam mengerja dan mendapatkan pahala beribadat.

Suatu masa Baginda hendak memberitahu kaumnya mengenai tarikh Lailatul Qadar yang tepat tetapi terjadi satu pergaduhan di antara dua orang muslim. Jelas Baginda, maka itu rahmat (tarikh Lailatul Qadar) telah diambil kembali. Sesungguhnya perbalahan kerapkali menyebabkan kita kehilangan nikmat dan rahmat. Justeru, Baginda menyarankan kepada kaum muslimin agar menghubungkan silaturrahim kerana ia adalah amalan yang lebih baik daripada solat, puasa dan sedekah. Silaturrahim juga akan meningkatkan iman di dalam sesuatu kaum.

Pada zaman Rasulullah SAW, ramai ulama dan sahabat menyambut Lailatul Qadar dengan tekun mengerjakan ibadat. Rasulullah SAW sendiri tidak pernah leka dalam hal ini walaupun Baginda telah dijanjikan tempat di sisi-Nya. Malahan Baginda khusyuk beribadat sehingga kakinya bengkak tanpa memikirkan kesakitan yang ditanggung.

Kita sebagai umatnya juga harus mengikuti contoh ini. Tidak sepatutnya kita memilih untuk mengikuti sunnah Baginda yang dirasakan mendatangkan faedah yang besar kepada kita sahaja kerana sememangnya semua sunnah Nabi memberi faedah. Namun, apabila memperkatakan hal ibadat, jarang sekali kita mahu mencontohinya. Bak kata pepatah tepuk dada, tanya selera.

Perbanyakkanlah amalan pada Malam Lailatul Qadar seperti membaca Al-Quran, bertasbih dan bertahmid. Dan ia sesungguhnya boleh ditemui jika kita dapat membezakan malam tersebut dengan malam-malam sebelumnya.

Rasulullah SAW telah menjelaskan di antara tanda-tanda Lailatul Qadar ialah:
• Malam yang sepi, tenang dan bercahaya;
• Tidak panas atau sejuk (sederhana) seolah bulan memancar terang;
• Tiada petir atau kilat sabung menyabung sehingga subuh;
• Pada paginya matahari akan timbul tanpa pancaran cahaya, seperti bulan mengambang

Tanda ini amat jarang ditemui, kecuali tanda terakhir yang pernah terjadi. Andai bertemu dengan malam ini, maka ucapkanlah doa berikut yang bermaksud:
"Ya Allah, sesungguhnya Engkaulah yang mengurniakan keampunan terhadap dosaku. Dikau suka mengampun, maka ampunilah daku."

Pada malam ini juga Jibrail a.s akan turun ke bumi dan mengarahkan setiap malaikat berkunjung, memberi salam dan berjabat tangan dengan mukmin yang sedang beribadat di rumah mereka. Namun malaikat-malaikat ini tidak akan mendatangi mana-mana rumah yang di dalamnya ada haiwan-haiwan peliharaan yang haram, penzina, juga rumah yang di dalamnya tergantung perhiasan atau gambar haiwan dan manusia. Justeru, awasilah perlakuan kita dan sentiasalah berusaha meningkatkan iman, terutamanya dalam Ramadhan ini.

Semoga bersua dengan Lailatul Qadar dan wassalam.

Read more...

Monday, August 24, 2009

Puasa

(Petikan dari Kitab Tuntutan Ibadah: Perukunan Ibadah Sepanjang Zaman oleh As-Shaikh Ali b. Abdullah)


Ertinya:

Menahan diri dari makan dan minum atau apa-apa jua yang boleh membatalkan puasa, sepanjang hari mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari dalam sebulan bulan Ramadhan.

Perintah wajib puasa turun pada bulan Sya’ban Tahun 2 Hijrah.


Dalil

Perintah wajib puasa : Surah Al-Baqarah Ayat 183:

Bermaksud: Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atasmu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, supaya kamu menjadi orang yang bertaqwa


Wajib Puasa:

1. Islam

2. Mukalaf

3. Berkuasa/Mampu untuk berpuasa, tidak uzur

4. Telah melihat anak bulan Ramadhan atau mensabitkan bulan Ramadhan dengan menggenapkan bulan Sya’ban 30 hari.


Sah Puasa:

1. Beragama Islam sahaja, lelaki, perempuan dan kanak-kanak yang telah mumaiyyiz.

2. Suci dari haid dan nifas.

3. Sempurna akal fikirannya sepanjang hari itu.

4. Bukan pada hari yang tidak sah puasa. Contohnya Hari Raya Puasa, Hari Raya Haji dan Hari Syak (30hb Sya’ban).


Rukun Puasa:

1. Niat, di waktu malam mulai selepas Maghrib sampai sebelum terbit fajar.

2. Meninggalkan semua perkara-perkara yang membatalkan puasa sejak terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari.


Membatalkan Puasa:

Sekiranya

1. Memasukkan benda/sesuatu ke dalam jauh rongga seperti mulut, hidung, telinga, atau lubang-lubang kemaluan dengan sengaja.

2. Muntah dengan sengaja.

3. Mengeluarkan mani dengan sengaja.

4. Haid atau nifas.

5. Bersetubuh di siang hari (selain membatalkan puasa ia juga ada hukum tersendiri iaitu diwajibkan membayar kifarah).

6. Murtad (keluar dari Islam).

7. Gila (hilang akal).


Pantang-larang puasa:

Iaitu perkara-perkara yang membatalkan pahala puasa, maknanya berpuasa tidak mendapat apa-apa pahala kecuali lapar dan dahaga (puasa yang sia-sia).

1. Berdusta, berbohong.

2. Mengumpat, mengata orang.

3. Membuat sesuatu yang boleh mendatangkan permusuhan.

4. Melihat benda-benda yang mendatangkan keinginan.

5. Marah.


Rasulullah s.a.w. bersabda:

Bermaksud: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan cakap dusta (batil) dan perbuatannya, maka Allah tidak berhajat padanya dalam meninggalkan makan minumnya”.

(Hadis Riwayat Muslim)

Sunat-sunat Puasa:

1. Menyegerakan berbuka puasa apabila telah yakin waktu berbuka.

Rasulullah s.a.w. bersabda:

Bermaksud: “Allah berfiman: Hambaku yang lebih Aku cintai adalah mereka yang menyegerakan berbuka”.

2. Makan sahur walaupun sedikit.

Rasulullah s.a.w. bersabda:

Bermaksud: “Makan sahur itu berkat, oleh kerana itu jangan kamu tinggalkan, walau hanya sekadar meneguk seteguk air, kerana Allah merahmati orang-orang yang makan sahur dan malaikat mendoakannya”.

3. Melambatkan makan sahur iaitu lepas daripada tengah malam dan sebelum waktu imsak.

4. Berbuka dengan buah kurma atau benda-benda yang manis.

5. Memperbanyakkan membaca Al-Quran.

6. Memperbanyakkan sedekah.

7. Beriktikaf siang hari dalam masjid.

8. Menghadiri majlis-majlis ilmu.

9. Menyediakan makanan untuk berbuka untuk orang-orang berpuasa.

10. Jangan bersugi setelah tergelincir matahari ke arah barat sehingga terbenamnya matahari kerana boleh memakruhkan puasa.


Golongan Yang Harus (Dibenarkan) Berbuka Puasa:

1. Orang yang di dalam (perjalanan - musafir), tetapi wajib di qada’.

2. Orang sakit, wajib di qada’.

3. Ibu yang menyusukan anak, jika takut mudharat bagi dirinya, maka wajib qada’ dan jika takut mudharat bagi anaknya maka wajib qada’ dan fidyah

Read more...

Tuesday, August 18, 2009

Selamat Datang Ya Ramadhan


"Berpuasa pada bulan Ramadhan dan berpuasa sebanyak tiga hari pada setiap bulan akan menjauhkan fikiran jahat daripada hati dan membersihkannya."

Ramadhan menjenguk lagi. Dan sedari awal kedatangannya memang dinanti. Inilah masa yang paling sesuai untuk merebut ganjaran pahala yang berlipat kali ganda tanpa diganggu-gugat oleh syaitan dan iblis, hanya nafsu yang perlu dikawal. Setiap individu mempunyai cara yang tersendiri menyambut Ramadhan. Ada juga mukmin yang memulakan sambutan puasa dengan berpuasa sunat. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW
yang bermaksud:

"Janganlah kamu mendahului Ramadhan dengan berpuasa sehari atau dua hari sebelumnya, kecuali seseorang yang telah membiasakan diri berpuasa sunat, maka ia dibolehkan berpuasa." - HR Tujuh Ahli Hadith

Puasa Ramadhan tidak boleh dimulakan dengan berpuasa sunat atas alasan ingin menyambut ketibaan Ramadhan. Namun, jika seseorang individu itu telah biasa dan memang mengamalkan berpuasa sunat di dalam hidupnya, maka individu ini tidak
ditegah untuk berpuasa sunat walaupun puasa sunat yang dilakukannya adalah pada sehari atau dua hari sebelum kedatangan Ramadhan. Malahan, hal seperti ini dibolehkan di dalam Islam. Misalnya, jika seseorang itu telah biasa berpuasa sunat pada setiap hari Isnin dan Ramadhan pada tahun itu jatuh pada hari Selasa, maka individu itu dibolehkan meneruskan puasa sunatnya sebagaimana lazimnya.

Namun jika individu itu sengaja melakukan puasa sunat sedangkan itu bukanlah kebiasaan amalannya, maka puasa seperti ini adalah diharamkan kerana ia dikatakan sebagai mendahului ibadat puasa Ramadhan. Walaupun ada segolongan individu yang berpendapat puasa seperti ini sebagai satu penghormatan untuk menyambut ketibaan Ramadhan tetapi Rasulullah SAW sendiri menidakkan dalil yang sebegini dan menegah sama sekali amalannya.

Terdapat segelintir golongan bukan Islam yang berpendapat ibadat puasa ini tidak lain daripada meletih dan menyeksakan lantaran pantang larang yang perlu dipatuhi, namun pendapat-pendapat sebegini mula terhakis berikutan penemuan dan kajian yang dijalankan menunjukkan bahawa puasa adalah satu amalan yang baik bagi menjamin tahap kesihatan mental dan fizikal secara keseluruhannya.

Di samping menerangkan kepada mereka tentang konsep sebenar ibadat dalam Islam, kita sentiasa digalakkan untuk memperbaiki dan menambah amalan dari semada ke semasa terutamanya di dalam bulan Ramadhan ini. Ibadat utama dalam Ramadhan ialah untuk mengerjakan puasa.

"Barangsiapa tidak membulatkan niatnya berpuasa sebelum fajar (subuh), maka tidak ada puasa baginya." - HR Ahmad & Ashabus Sunan

Awal puasa ialah berniat untuk mengerjakan ibadat tersebut.
Niat puasa terbahagi kepada dua iaitu:

Berniat setiap malam sebelum datangnya waktu Subuh - seseorang yang berkeinginan untuk berpuasa, wajib menyatakan niatnya; Berniat pada awal bulan Ramadhan sebelum datangnya waktu Subuh - seseorang yang ingin berpuasa pada bulan tersebut, wajib menyatakan niatnya untuk berpuasa selama satu bulan Ramadhan.

Kedua-dua pengertian ini boleh diterima pakai, namun bagi mendidik anak-anak kecil berlatih berpuasa, lebih wajar jika kaedah yang pertama ini diterapkan kepada mereka. Manakala kaedah yang kedua pula lebih mudah dan meringankan Seseorang yang akan mengerjakan ibadat puasa selama sebulan Ramadhan, memadai jika menyatakan niat puasanya sekali pada malam pertama Ramadhan. Jika niatnya dinyatakan setiap malam, maka hal ini dikategorikan sebagai sunat dan tidak mendatangkan sebarang kemudaratan.

Selamat Berpuasa dan wassalam.

Read more...

Monday, June 29, 2009

Lelaki Pemimpin Wanita

Firman Allah di dalam Al-Quran bermaksud: "Kaum lelaki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita". Ayat ini jelas menunjukkan kepada kita bahawa kepimpinan adalah diterajui oleh kaum lelaki; manakala kaum perempuan adalah golongan yang dipimpin. Inilah fitrah atau sunnatullah yang berkuatkuasa dalam kehidupan manusia di dunia ini sepanjang zaman. Dalam ayat lain pula Allah berfirman, bermaksud "Peliharalah dirimu dan ahli keluargamu dari api neraka." Perintah ini ditujukan kepada kaum lelaki yang menjadi ketua sesebuah keluarga.

Pengaruh barat yang menular ke negara Islam berjaya menyerapkan ideology persamaan hak wanita-lelaki dan akhirnya diterima umum. Akibatnya konsep kepemimpinan lelaki terhakis. Kaum wanita yang dahulunya berperanan mentadbir anak-anak dan rumahtangga si-suami kini sudah mengabaikan tanggungjawab. Anak-anak sebaliknya dipelihara oleh orang gaji.

Apabila ramai wanita sudah memandang tanggungjawab di rumah sebagai kolot dan tidak ekonomikal, maka institusi keluarga akan tercemar dan terjejas. Anak-anak kehilangan kasih-sayang ibu. Ibu hanya sempat melihat anak waktu petang atau malam. Ketika itu badannya sudah keletihan dan tidak berdaya untuk mengasuh anak lagi. Anak-anak membesar tanpa menerima kasih-sayang ibu. Apabila ibu tidak menyayangi anak, semasa dewasanya nanti, sudah tentu anak tidak akan mengasihi ibunya. Jadilah mereka anak yang kasar dari segi tutur-kata dan tingkahlaku.

Walaupun kesilapan ini seolah-olah berpunca daripada wanita tetapi sebenarnya adalah berpunca daripada lelaki yang tidak berjaya mentarbiah wanita yang diamanahkan kepadanya.

Kegagalan mentarbiah anak dan isteri menyebabkan ramai anak-anak gadis keluar beramai-ramai memburu kerja di mana-mana saja. Kilang-kilang perindustrian yang menawarkan insentif dan gaji lumayan menjadi alternatif utama berbanding profesion perguruan dan perkeranian. Bahkan ramai juga wanita yang menjadi doktor, jurutera, polis, askar dan sebagainya. Kuantiti wanita yang ramai bekerja menyebabkan berlakunya satu kekosongan yang ketara di dalam institusi keluarga. Keadaan ini digawatkan lagi dengan sikap pelajar lelaki yang tidak secemerlang pelajar perempuan. Kecemerlangan pelajar perempuan di dalam peperiksaan awam berbanding pelajar lelaki menjadi satu faktor ramainya wanita melibatkan diri di dalam pasaran tenaga kerja.

Penglibatan wanita yang ramai di dalam sektor pekerjaan menyebabkan berlakunya pengangguran di kalangan kaum lelaki. Mereka akhirnya terjebak dengan penyalahgunaan dadah. Wanita bekerja terutama yang berpendapatan tinggi bertambah ramai yang hidup membujang. Pemuda yang menganggur sukar mencari wang untuk berkahwin. Akhirnya berlakulah pelbagai gejala keruntuhan akhlak di kalangan muda-mudi.

Walaupun banyak faktor dikaitkan dengan gejala keruntuhan akhlak yang berlaku sekarang, namun faktor yang jelas ialah kurangnya kaum lelaki memainkan peranan yang berkesan sebagai ketua keluarga dalam memimpin ahli-ahli dalam keluarganya sendiri, sesuai dengan firman Allah yang bermaksud "Lelaki menjadi penjaga bagi kaum wanita" dan "Peliharalah diri kamu dan keluargamu dari api neraka..."

Read more...

About This Blog

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP